Catatan kecil: meminta chatbot AI membantu daftar belanja akhir tahun
Eksperimen sederhana menjelang libur panjang.
Minggu ini saya mencoba sesuatu yang agak iseng. Menjelang libur akhir tahun, keluarga besar akan berkumpul di rumah, dan saya ditugasi mengurus belanja. Daripada menulis daftar dari nol, saya mengetik ke sebuah chatbot AI: tolong buatkan daftar belanja untuk makan malam sepuluh orang, menu rumahan Indonesia, dua hari.
Hasilnya lumayan rapi. Ia membagi daftar jadi bumbu dapur, bahan segar, dan minuman. Ia bahkan mengingatkan untuk membeli es batu. Tapi di sinilah saya mulai memperhatikan sesuatu. Takaran yang ia tulis terasa asal, dan satu bahan disebut dua kali dengan nama berbeda. Ketika saya tanya kenapa, ia minta maaf dengan sopan lalu memberi versi baru yang juga tidak sepenuhnya benar.
Baca juga: Aplikasi yang diam-diam menyedot kuota di latar belakang
Pelajaran saya sederhana. Chatbot ini bagus sebagai teman mengobrol untuk memulai, bukan sebagai sumber kebenaran. Ia menyingkirkan rasa malas menghadapi halaman kosong. Setelah itu, tetap saya yang harus mengecek satu per satu, karena ia tidak tahu isi dapur saya dan tidak tahu kalau ibu saya tidak makan udang.
Kalau ingin mencoba, berikan konteks sebanyak mungkin: jumlah orang, pantangan, apa yang sudah ada di rumah. Lalu perlakukan jawabannya sebagai draf. Draf yang baik tetap draf.
Selamat berlibur, dan jangan lupa cek ulang daftar belanjanya sendiri.