Edisi 24 Oktober 2026Teknologi yang terasa, bukan sekadar spesifikasi.
← Tekno KiniAI

Suara yang mirip anak sendiri: menyiapkan keluarga menghadapi tiruan suara AI

Teknologi peniru suara makin mudah dipakai, dan satu kata sandi lisan dalam keluarga bisa menjadi pertahanan paling sederhana.

Suara yang mirip anak sendiri: menyiapkan keluarga menghadapi tiruan suara AI
Foto: R / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Alat pembuat suara tiruan berbasis AI kini bisa dipakai siapa saja dengan modal rekaman pendek. Rekaman itu tidak sulit didapat: potongan video di media sosial, pesan suara di grup, atau cuplikan siaran langsung. Dari sana, sebuah suara yang terdengar seperti anak, adik, atau cucu bisa dibuat mengucapkan kalimat apa pun.

Skenario yang perlu diwaspadai cukup sederhana. Telepon masuk dari nomor asing, suara yang terdengar panik dan akrab, cerita tentang kecelakaan atau ditahan, lalu permintaan transfer segera. Unsur yang membuatnya berhasil bukan kecanggihan teknologinya, melainkan tekanan waktu dan rasa sayang.

Baca juga: Belajar bahasa dengan bantuan AI tanpa membuat diri sendiri jadi malas

Kata sandi lisan untuk keluarga

Cara paling sederhana untuk melawannya tidak melibatkan aplikasi apa pun. Sepakati satu kata atau frasa rahasia dalam keluarga, sesuatu yang tidak pernah ditulis di media sosial. Nama kucing pertama, julukan masa kecil, atau makanan kesukaan yang aneh. Jika ada telepon darurat yang meminta uang, tanyakan kata itu. Suara tiruan bisa meniru nada, tapi tidak tahu rahasia keluarga.

Kebiasaan kedua: tutup telepon dan hubungi balik ke nomor yang sudah tersimpan. Penelepon yang sah tidak akan keberatan. Penipu akan berusaha mencegah Anda menutupnya.

Kebiasaan ketiga: bicarakan ini secara terbuka dengan orang tua dan kakek-nenek sebelum terjadi, bukan sesudahnya. Jelaskan bahwa suara yang mirip bukan bukti. Ini terasa canggung, tapi percakapan lima menit di meja makan jauh lebih murah daripada tabungan yang hilang.

Terakhir, pertimbangkan untuk mengurangi rekaman suara yang tersedia untuk umum, terutama akun anak-anak. Mengunci akun media sosial menjadi privat tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, tetapi mengurangi bahan mentah yang bisa dipakai orang lain.

ZS
Zaki SetiawanZaki menulis di Tekno Kini antara 2024 dan 2025, hampir seluruhnya tentang perangkat bekas dan rekondisi. Ia memiliki kebiasaan memeriksa siklus pengisian baterai sebelum menyentuh hal lain pada ponsel bekas.